Sore ini rasanya capek sekali. Tapi ternyata lebihh capek lagi setelah aku baca message facebookmu. Sekarang aku punya istilah baru.
Baca-baca message facebookmu adalah olahraga jantung buatku.
Aneh banget memang. Dan yang lebih aneh lagi, walaupun aku tau kalo baca-baca message facebookmu bakalan nyakitin, tetep aja aku selalu tergoda buat baca. Anyway, sore ini aku melakukannya lagi.
Beberapa hal yang aku sadari adalah, pertama, kamu masih dan akan selalu memperhatikan gadis-gadis 'itu'. Gadis-gadis yang aku sudah tau siapa, dan yang luput dari pengamatanku. Gimana ya, sekali lagi, kalo aku pikir pake otak, itu sangat wajar dan normal. Tapi kalo aku pikir dengan hati, rasanya masih dan akan selalu sakit. Selama ini aku kadang kadang beranggapan bahwa putus cinta tidak terlalu masalah, aku bisa bebas, punya banyak teman, bisa melakukan semua hal yang aku suka tanpa ada yang membatasi, kecuali orang tua tentunya. Dunia ini sangat luas. Tapi disisi lain, aku menyadari bahwa ada seseorang yang sudah menjadi duniaku. Lalu apa jadinya jika orang ini hilang? Apakah rasanya sama seperti kehilangan seluruh dunia?
Hal kedua yang aku sadari setelah membaca 'benda virtual' itu adalah, ternyata kamu juga selalu memperhatikan tulisan-tulisanku, temasuk bonus-bonus rasa shock yang sama seperti aku. Yang aku tau pasti, kamu pasti juga akan merasa kehilangan jika berpisah dengan aku. Hal melegakan lainnya, ternyata kamu juga bisa merasa cemburu. Kalo boleh jujur, aku senang sekali mengetahuinya. Walaupun kamu nggak secara langsung mengatakan 'aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku cemburu', tapi aku tau kamu juga merasakannya.
Aku selalu mengkhawatirkan satu hal, belum putus saja rasanya sudah seperti ini kalo melihat kamu mengejar gadis-gadis lain, gimana nanti kalo udah putus? Secara benar-benar nyata, kamu akan jalan dengan orang lain, partner sms mu bukan aku lagi. Aku nggak tau rasanya bakal sesakit apa. Cuma membayangkan saja aku udah menangis.
Ada kalimat dari temenku yang berbunyi "kalo kamu tau hubunganmu nggak bakal lama lagi, mending secepatnya di akhiri. Daripada makin lama km menunda dan nanti jatuhnya bakal lebih sakit."
Memang ada benarnya. Tapi kalo seperti itu, bukannya sama halnya dengan ketika kita divonis oleh dokter bahwa umur kita tidak lama lagi? Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kan? Semua hanya Tuhan yang memutuskan, sedangkan manusia hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar