Kamis, 29 Desember 2011

Mission Impossible 4: Ghost Protocol

Helo there
hari ini aku nonton film keren, dari judulnya sudah bisa ditebak.



thats it :D

film ini keren banget, selama nonton, kalo aku selalu aja deg-degan banget. misi-misi nya menegangkan sekaligus seru. apalagi bintang utamanya bener-bener yoi banget. Tom Cruise walaupun udah berumur tapi masih tetep ganteng. selain itu temen-temen satu tim dia juga kocak abis. ada Simon Pegg, Jeremy Renner sama Paula Patton.

ada lagi hal lain yang bikin film ini menarik banget. salah satu setting film ini adalah di Burj Dubai Tower yang notabene adalah gedung tertinggi di dunia. aku tau hal ini dari mata kuliah Pengantar Perencanaan Wilayah dan kota. dan benar saja, begitu lihat film ini, berasa melihat langsung gedung Burj Dubai ini. I just can say, WOW!



sebagai calon planner yang baik, sangat dianjurkan untuk melihat film ini, disamping bisa melihat seluk beluk kota Dubai, kita juga bisa melihat seluk beluk kota Mumbai di India. kita jadi bisa membandingkan penataan kota disana dan di negara ini.

back to the topic. oya ada adegan favoritku di film ini, yaitu saat Tom Cruise lagi manjat gedung Burj Dubai di lantai 103. ngelihat dari bioskop aja tangan udah keringet dingin berasa ada di TKP, gimana cara pengambilan gambarnya ya? that was so amazing!




ngeri sendiri ngelihatnya.

okay that's all I think.

disarankan buat semuanya, buruan deh nonton film ini, dijamin gabakal nyesel hehe ;)






Selasa, 27 Desember 2011

Sore ini rasanya capek sekali. Tapi ternyata lebihh capek lagi setelah aku baca message facebookmu. Sekarang aku punya istilah baru.


Baca-baca message facebookmu adalah olahraga jantung buatku.

Aneh banget memang. Dan yang lebih aneh lagi, walaupun aku tau kalo baca-baca message facebookmu bakalan nyakitin, tetep aja aku selalu tergoda buat baca. Anyway, sore ini aku melakukannya lagi.

Beberapa hal yang aku sadari adalah, pertama, kamu masih dan akan selalu memperhatikan gadis-gadis 'itu'. Gadis-gadis yang aku sudah tau siapa, dan yang luput dari pengamatanku. Gimana ya, sekali lagi, kalo aku pikir pake otak, itu sangat wajar dan normal. Tapi kalo aku pikir dengan hati, rasanya masih dan akan selalu sakit. Selama ini aku kadang kadang beranggapan bahwa putus cinta tidak terlalu masalah, aku bisa bebas, punya banyak teman, bisa melakukan semua hal yang aku suka tanpa ada yang membatasi, kecuali orang tua tentunya. Dunia ini sangat luas. Tapi disisi lain, aku menyadari bahwa ada seseorang yang sudah menjadi duniaku. Lalu apa jadinya jika orang ini hilang? Apakah rasanya sama seperti kehilangan seluruh dunia?


Hal kedua yang aku sadari setelah membaca 'benda virtual' itu adalah, ternyata kamu juga selalu memperhatikan tulisan-tulisanku, temasuk bonus-bonus rasa shock yang sama seperti aku. Yang aku tau pasti, kamu pasti juga akan merasa kehilangan jika berpisah dengan aku. Hal melegakan lainnya, ternyata kamu juga bisa merasa cemburu. Kalo boleh jujur, aku senang sekali mengetahuinya. Walaupun kamu nggak secara langsung mengatakan 'aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku cemburu', tapi aku tau kamu juga merasakannya.

Aku selalu mengkhawatirkan satu hal, belum putus saja rasanya sudah seperti ini kalo melihat kamu mengejar gadis-gadis lain, gimana nanti kalo udah putus? Secara benar-benar nyata, kamu akan jalan dengan orang lain, partner sms mu bukan aku lagi. Aku nggak tau rasanya bakal sesakit apa. Cuma membayangkan saja aku udah menangis.

Ada kalimat dari temenku yang berbunyi "kalo kamu tau hubunganmu nggak bakal lama lagi, mending secepatnya di akhiri. Daripada makin lama km menunda dan nanti jatuhnya bakal lebih sakit."

Memang ada benarnya. Tapi kalo seperti itu, bukannya sama halnya dengan ketika kita divonis oleh dokter bahwa umur kita tidak lama lagi? Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kan? Semua hanya Tuhan yang memutuskan, sedangkan manusia hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik.

Kamis, 22 Desember 2011

dilema

pernahkah kamu mengalami dilema dalam hidup? disaat kesetiaan cintamu sedang diuji?
disaat hubungan percintaanmu dengan seseorang yang sudah berumur sekian tahun tetapi sudah mencapai titik akhir, tidak ada lagi kepercayaan, tidak ada lagi kepastian, dan tidak ada lagi masa depan, kemudian datang seseorang yang menawarkan itu semua, apa yang akan kamu lakukan? melepaskan pasanganmu untuk orang lain ini, atau tetap setia kepada pasanganmu walaupun hubungan yang kalian jalani sudah tidak hidup lagi?

aku yakin, kamu pasti pusing.

jadi kurang lebihnya aku sedang mengalami kejadian yang semacam ini dan aku tidak tau harus menceritakannya pada siapa. menurutku, aku sudah terlalu berkorban banyak buat seseorang yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan denganku ini. tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku mulai menyimpan beberapa pertanyaan yang aku sendiri sulit untuk menjawabnya. atau lebih tepatnya, tidak ada satu orangpun yang tau jawabannya. karena pertanyaan ini hanya terus berputar-putar di otakku tanpa berhenti. dan akhirnya aku memutuskan agar membiarkan waktu saja yang akan menjawabnya.

tapi,

lama-kelamaan aku berpikir, lagi. kira-kira kapan 'sang waktu' ini akan menjawab pertanyaanku?

ketika terbersit pikiran itu, aku menyadari bahwa aku sudah lelah berkorban terlalu banyak untuk seseorang yang 'tidak pasti'. aku ingin orang lain yang berjuang, dan bukan aku. karena itu pasti akan lebih membahagiakan. aku sendiri mempunyai prinsip bahwa setiap pasangan kekasih itu wajib hukumnya menjunjung kesetiaan. jika salah satu selingkuh, dialah tersangka pertama dan satu-satunya pihak yang paling bersalah. itu prinsip pokok dalam kamus percintaanku, bisa dibilang pasal satu. kemudian, ternyata ketika timbul masalah ini, pasal satu sudah tidak bisa digunakan lagi. jika salah satu pihak sudah tidak melakukan kewajibannya dalam suatu hubungan, bukan tidak mungkin pasangannya akan selingkuh. bukannya aku menghalalkan perselingkuhan, mungkin lebih baik mengakhiri hubungan yang sudah tidak mempunyai pondasi yang kuat. itu lebih aman daripada selingkuh.

itu adalah hasil pikiran otak yang secara rasional menganalisis suatu permasalahan.

lalu,

bagaimana dengan hati?

bagaimana ketika hatimu berbicara lain? bagaimana jika hatimu menuntunmu kearah lain dari arah yang sudah dipikirkan oleh otakmu? bagaimana jika perasaan cinta itu masih terasa kuat? aku yakin, pasti akan terjadi konflik antara otak dan hatimu, dan dilema pun terjadi.

Minggu, 18 Desember 2011

Hari Bersejarah Lain Dalam Hidup

Kemarin tepatnya pada tanggal 17 Desember 2011, merupakan hari bersejarah bagi seluruh keluarga mahasiswa teknik planologi undip angkatan 2011.

Hari Pelantikan.

hari itu akan selalu dikenang.

Dreams of A Teenage Girl (English Task)

My name is Tiara Kurnia Candra, I am 17 years old now and I live in Semarang. When I was a kid, I have many goals, like being a doctor, flight attendant, artists, and others. Now, I am studying at Urban and Regional Planning Engineering Diponegoro University. Thus, those childhood’s dreams is no longer appropriate.

For now, I still don’t really know about job opportunities after graduating from Urban and Regional Planning Engineering Diponegoro University where I'm studying right now, but, I have a desire to work in foreign private companies overseas. Although I still don’t know what company I will try, but I really want to work abroad. So I am very interested if there are programs that give me opportunity to go abroad with affordable costs.

In the future, I have a huge desire to be a women who have my own income, so I don’t have to depend on my husband in matters of career. In addition, I also have a dream to marry someone and live happily ever after. Held a lavish wedding and live in big a house. Moreover, I want to marry a good man. Handsome face is not a priority, I just want love each other with my husband until the end of time. Then, we will have our cute kids. That would be perfect. Hopefully it can become a reality.

Selasa, 13 Desember 2011

cerita tentang 6 Desember 2011

sepanjang pagi, aku masih diantara sadar dan tidak, belum terlalu fokus dengan kalender. aku masih melakukan aktivitas pagi seperti pagi-pagi biasanya. sampai mama mengirim pesan lewat bbm yang berbunyi,

"ciye yang udah dua tahun, mau bikin acara apa nih nanti? jalan-jalan ya?"

otakku mulai memproses kalimat tersebut. daaaan, buset. aku baru inget ini tanggal 6 desember -___- dimana usia pacaran kami sudah menginjak angka yang istimewa.

dua tahun :3

hehehehehehe~

dalam sejarah hidup, sejarah percintaan, dan sejarah-sejarah lainnya, ini kali pertama aku menjalin hubungan yang lebih dari teman dengan seorang laki-laki, dan langsung mencapai usia 2 tahun. super sekali. selamat bagi laki-laki terpilih yang sangat beruntung ini.

aku mulai mengingat-ingat setahun yang lalu ketika kami anniversary pertama, aku jingkrak-jingkrak saking senangnya, sms romantis, update status disana sini (pamer dikit). tapi hari ini, aku punya pertanyaan yang aku bingung sendiri untuk dijawab.

pertama, sms duluan nggak ya?

kedua, update status nggak ya?

aku memutuskan untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sama, tidak.

aku ambil handphoneku diatas kasur, dengan gaya (sok) cuek (padahal enggak) aku membalas bbm dari mama.

"oh iya aku aja lupa kalo ini tanggal enam desember ma. hah? kayaknya nggak ada acara apa-apa deh, aku sibuk banget sih soalnya."

oke, aku rasa cukup meyakinkan. message sent. beberapa saat kemudian one message received.

"yaaah yaudah, mama sama papa mau nonton breaking down dulu ya he he he."

well, okay.

semoga berjalan lancar deh.

aku kuliah seperti biasa, sambil menunggu sms, atau status fb, atau status twitter tentang peringatan hari ini, dan..... nggak ada satupun. yaudah, pura-pura lupa aja deh.

sampai tengah hari, ada sms masuk yang bunyinya

"sori telat satu jam, happy 2nd aniversarry ya. (tulisannya ndak bener gini?) hehehe."

you know what? rasanya seperti habis buang air besar setelah seminggu gabisa buang air, plong. legaaaaaaa banget.

ternyata dia ingat!!! :D huwehehehehehehehe

moodku setelah itu serasa di pompa, aku liat notification facebook, mention twitter, ada ucapan happy anniversary juga. hmmppppp hwahahahaha cenangnyaaa :3

yah, walaupun sedikit munafik, tapi hati tetap nggak bisa menipu kalo soal perasaan. walaupun nggak jalan-jalan atau makan-makan atau segala macemnya, at least, yang sama adalah aku masih bisa senyum-senyum gajelas seperti 6 desember satu tahun yang lalu.

:p

emoticon confused

rasanya akhir-akhir ini ada sesuatu yang seperti ditahan. entah mulai dibatasi atau sengaja membatasi diri. rasanya benar-benar seperti meminjam barang yang sudah hampir jatuh tempo pengembalian. seiring berjalannya waktu, rasanya hak-hak yang diberikan atas barang tersebut mulai luntur.

aneh.

kira-kira analogi singkatnya seperti itu. definisi denotatifnya silahkan diterka sendiri.

Senin, 12 Desember 2011

Planologi 2011

semoga kita menjadi angkatan yang semakin kompak, ibarat satu tubuh yang saling menolong bila ada anggota badan yang sakit, ibarat puzzle yang saling melengkapi satu sama lain.

:)


dear my future husband

mungkin cewek-cewek lain berangan-angan supaya bisa menikah dengan cowok yang bergelimang harta, super good looking, terkenal, romantis, dan hal-hal lain yang membuatnya terhanyut ke dalam pesonanya. tetapi buatku, semua hal itu akan gugur sekali dia menunjukkan penghianatan atas kepercayaan yang sudah aku berikan dengan tulus ikhlas. untuk hal finansial dan hal-hal sepele lainnya itu belakangan. aku bercita-cita supaya sekolah setinggi mungkin supaya bisa mencari pekerjaan dengan hasil keringatku sendiri, itu adalah prinsip pokok dalam hidupku. hal-hal seperti itu bukan permasalahan utama buatku dalam mencari pasangan hidup, mungkin hanya sebagai nilai plus saja.

mungkin bagi laki-laki memang selalu menilai wanita dari fisik terlebih dahulu, tetapi wanita yang hatinya seperti aku hanya 1 berbanding 100 hahahaha. aamiin yarabbal alamin.

so, buat calon suamiku yang entah sekarang sedang berada dimana, I hope we can live together happily ever after :D

Minggu, 11 Desember 2011

something changed in me

hello! o hisashiburi :)
dulu aku dibilang cewek jepang gara2 suka bgt sama hal2 yang berbau jepang, sekarang udah enggak lagi hehehe

yah, hidup terus berlalu

sama seperti apa yang ada dipikiranku sekarang. entah sejak kapan beberapa hal sudah menjadi berbeda dengan apa yang ada dipikiranku dulu. padahal umurku juga belum terlalu bertambah banyak, tapi hanya dengan peralihan masa SMA ke kuliah, banyak yang berubah dari pikiranku. intinya sekarang aku lebih dewasa! senang? biasa aja -_-

jadi ini ada hubungannya dengan kisah cinta yang biasa aku ceritakan di blog ini. walaupun aku ngga tau ada yang baca apa nggak, yang penting aku mau cerita aja daripada dibatin mulu wkwk
mari flashback sebentar ke masa SMA sangat indah itu. dulu, entah apa yang membuat aku begitu yakin, tapi aku pernah bercita-cita aku dan sang pacar manjadi pengantin dan hidup bahagia bersama selama-lamanya. jangan heran dulu ya, namanya juga cuma angan-angan anak SMA -_-"
dulu itu ketika aku masih berada dibawah emosi labilnya bocah remaja SMA, walaupun aku tau semua kekurangannya dan punya berbagai masalah dengan sang pacar, aku tetap ingin selalu bersama dengan dia, apapun yang terjadi. kalo dipikir-pikir aku nggak pernah terbersit keinginan buat cari orang lain yang lebih segalanya dari orang ini, entah aku terlalu setia atau terlalu bodoh dan polos. tapi dulu keadaannya seperti ini. sedangkan si pacar sudah terlalu sering berpikir untuk meninggalkan aku supaya dia bisa cari orang lain yang lebih baik dari aku, secara fisik (terutama). aku kadang berpikir emangnya aku segitu buruk rupanya atau gimana sampai dia berpikir begitu, kayaknya dulu siapa yang ngejar-ngejar gitu kan? positive thinking aja, mungkin dia amnesia.

lanjut, jadi suatu ketika dia dulu pernah bilang di sebuah mall ternama di semarang, kalau salah satu alasan kenapa orang tuanya ngga suka sama aku yaitu: 1. aku kurang cantik. 2. aku kurang putih.

dan tanggapan teman-temanku yang aku ceritain ini adalah "BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"

-__-"

dan ini "plis tir, aku aja iri banget pengen putih kayak kamu gitu loh. kalo kamu aja nggak putih terus aku ini se-item apa dong? jleb banget dah."

lalu ini "terus dia pengennya nikah sama siapa dong tir? sama albino mungkin ya?"

teman-temanku yang baik hatinya, aku juga udah sering mikir kayak gitu hahahaha. so funny :D

but anyway, itu hak dia juga dong ya mau nikah sama siapa (termasuk albino) kalo dia memang suka sama yang begitu. aku nggak berhak melarang juga. but its okay, ngga ada yang perlu disesalkan soalnya ceritaku belum selesai sampai disini.

di suatu siang, atau sore yang berangin. aku sedang berjalan berdua dengan sang pacar pertama ini dari dalam sekolah menuju ke parkiran motor di dekat gerbang depan. waktu itu bulan apa aku juga sudah lupa. pokoknya waktu jaman-jaman itu kita sering sekali menghabiskan waktu di sekolah berdua walaupun cuma ngobrol-ngobrol atau makan bareng di kantin. di parkiran, aku dan dia sedang membicarakan banyak hal, hingga topik menjurus kearah perpisahan dalam arti sesungguhnya. dan dialogpun bermunculan.

"kalo putus itu terus gimana ya?" entah kenapa aku tanya begini, tapi pertanyaan ini sangat sering melintas dipikiranku. yah soalnya aku belum pernah mengalami yang namanya putus cinta dengan seseorang yang sangat dalam seperti orang ini. jadi ya bingung sendiri.

dia cuma menanggapi sekenanya.

"kalo udah putus kita tetep temenan ya?"

"iyaaa."

"janji?"

"janji." dia cuma tersenyum sambil mengaitkan kelingkingnya di kelingkingku.

aku balas tersenyum juga.

waktu itu udaranya sedang sedikit mendung jadi angin bertiup lumayan kencang, aku masih ingat. daun-daun yang ada di pohon besar di parkiran berguguran seperti di film-film. oke ini agak lebay, tapi memang begitu suasananya. yaaah walaupun aku nggak tau apakah kita benar-benar bisa berteman baik setelah putus nanti, tapi semoga bisa.

flashback selesai. mari kita kembali ke masa sekarang, aku dan dia sudah menjadi seorang mahasiswa di undip. aku teknik planologi, dan dia teknik elektro. kalo sedang suwung di kelas sewaktu kuliah, aku sering menggambar kota dengan langit mendung dengan petir menyambar-nyambar. ada yang tau artinya? hehehe itu artinya planologi digabung dengan elektro hehehehehehehehehe, namanya juga iseng -_-"

balik ke masalah utama yang sering bikin aku ilfeel. jadi kalau dihitung, sudah tiga kali dia tergoda oleh wanita lain. ya bahasanya nggak selebay ini juga sih, tapi faktanya demikian, yang paling parah adalah yang terakhir karena aku tau dengan mata kepala sendiri. mungkin orang lain kalau berada diposisiku bakal langsung bilang putus kalo sampe digituin sama pacarnya. aku juga kadang bingung kenapa aku masih mau berbaik hati sama cowok yang begini. mungkin karena hatiku seperti malaikat. oke, mungkin sikapku ke dia masih baik, masih mau diajak jalan dan sebagainya sebagaimana layaknya kita berpacaran sejak dua tahun lalu. tetapi, tetap ada dampak dari perbuatan dia sendiri. ada perbedaan yang signifikan dari pola pikirku. dia nggak bisa menyalahkan aku atas hal ini, karena ini mutlak kesalahan dia sendiri.

yang pertama, cita-citaku ingin menikah dengan dia sudah hilang dibawa angin. sama sekali sudah nggak ada keinginan lagi dari lubuk hatiku yang paling dalam. lenyap sudah tanpa bekas. yang kedua, aku mulai berfikir, dia saja selalu mencari-cari cewek yang dia anggap cantik dan memenuhi kriteria cewek pefect, dilihat spesifikasinya, ditimbang2 lalu dimasukkan ke dalam list nya dan teman-temannya, entah sebagai sasaran berikutnya atau cuma untuk iseng2 sebagai bahan hiburan. helooooooooooooo memangnya kita ini laptop? nah, jelas sudah, sekarang aku jadi berpikir, dia aja dengan gampangnya melakukan hal yang sangat freak dan kampungan seperti ini, kenapa aku masih dengan bodohnya setia? wasting time juga gitu loh. mulai sekarang aku mau lirik-lirik cowok ganteng yang ada di sekitarku :D cihuuuy be free! siapa tau ada yang nyantol, ngga ada salahnya juga kan? selama janur kuning belum melengkung, kita masih bebas buat memilih. dulu dia dan keluarganya menyimpulkan bahwa aku nggak pantas buat dia dan aku sangat down karenanya, tapi sekarang, tanamkan di pikiran bahwa dialah yang nggak pantas buat cewek hebat seperti aku! :D

ciao ;)

Kamis, 25 Agustus 2011

kamis di bulan puasa

Hari ini aku udah nulis dua posting. Soalnya aku kebetulan bangun malem malem dan suwung. Hmmmm .____.
Yaudah nulis aja. Sebenernya hari ini nggak ada yang penting buat diceritain sih. Tapi gapapalah. Daripada suwung.
Pagi hari ini diawali dengan hp yang suwung. Kemudian beres beres kamarku yang benar benar berantakan, ngepak ngepak buku dari jaman smp sampe yang paling baru. Ternyata udah banyaaak banget. Lalu setelah itu aku mandi karena sudah ada janji sama vanes chandra buat nonton di paragon. Jangan heran kalo aku sering banget posting tentang nonton bioskop karena aku sering suwung.
Setelah siap, aku berangkat kerumah vanes. Aku sama chandra nunggu diluar gara gara vanes si empunya rumah lagi di johar. Cukup tau.
Habis vanes dateng, kita seperti biasa naik jazz nya chandra berangkat ke paragon. Sampe xxi antrian udah panjaaang banget padahal film mulai setengah jam lagi. Kalau ngantri sekarang nggak bakal sempet. Dan kita ngeliat adat ngantri di barisan depan. Sudah bisa ditebak, akhirnya kita dapet tiket di barisan kedua dari depan. Efek 3d nya mantaaaap.
Film kungfu pandanya bener bener lucu banget nggak bohong. Isinya ngekek ngekek doang disana. Tapi lumayan buat menghilangkan galau. Rasanya aku mulai terbiasa jauh dari handphone berhubung hp juga nggak ada apa apa yang penting buat dilihat. It's okay. I can through this.
Filmnya selesai jam setengah dua. Setelah lampu bioskop dinyalakan, aku ngelihat sekeliling. Bengong. Satu deret isinya anak smaga semua coooy. Ada oxa sama fian. Terus anak anak gaseles ada momod dama ibai aya bunbun. Ada defa sama keket juga. Gila. Entah dunia yang sempit atau gimana, di jalan aku ketemu sama herdian sama abel juga. Cukup wow.
Habis nonton, aku liat liat baju di matahari, setelah itu pulang deh. Sampe rumah jam 5.20. Bener bener nggak kerasa puasa hari ini walopun di paragon banyak godaan makanan yang enak enak. Dirumah tinggal buka puasa, langsung ketiduran. Dan saat bangun, masih tengah malem. Aku liat layar hp, buka inbox, kok agak sedih ya rasanya. Kenapa kalau malam malam begini emosi seperti terasa lebih peka daripada siang hari. Aku cuma bisa nulis status, curhat di blog, ngamatin twittermu dari jauh, tanpa komunikasi langsung. Paling nggak rasanya masih lega kalau lihat statusmu. Karena aku tau bahwa kamu baik baik aja, walaupun tanpa aku. Semoga aja kamu baca postingku ini, atau setidaknya rasa kangenku tersampaikan.
Oke. Cukup. No more berlarut larut.
Masih banyak hari untuk dilalui sendiri. Harus perbanyak doa aja.
Ngantuk, bentar lagi sahur. Better sleep. Goodnight :)
Published with Blogger-droid v1.7.4

LDR

Peralihan dari SMA ke kuliah ini, banyak teman temanku yang ber-LDR dengan pacarnya. Aku ngerti sih mungkin pasangan pasangan ini masih saling mencintai jadi mereka menganggap akan baik baik aja. Tapi, untuk seusia anak yang baru saja lulus SMA, entah kenapa menurutku mereka masih belum bisa berpikir panjang secara dewasa untuk menjaga cinta. Bukannya aku meragukan kekuatan cinta mereka, hanya saja mungkin, jika aku di posisi mereka, aku terlalu takut untuk mengambil resiko ini. Mungkin karena aku pernah terluka karena laki-laki, aku jadi kurang bisa mempercayai mereka. Walaupun aku tau nggak semua laki-laki itu nggak bisa setia. Kalau bagi perempuan seperti aku, dan mungkin beberapa perempuan lainnya, setia itu hal yang sangat mudah. Tanpa harus disuruh, tanpa paksaan, kalau kami sudah benar benar mencintai seseorang, kami akan secara fisik dan mental setia padanya. Tapi kalau laki-laki, apakah mereka bisa?

Menjaga kesetiaan cinta itu bukan hal sepele menurutku. Disaat kita jauh dengan orang yang kita cintai, dan ada seseorang yang dekat, memberikan kepastian dengan segala kelebihan kelebihan yang tidak dipunyai oleh dia yang sedang jauh, bagi perempuan saja itu merupakan hal yang sulit, apalagi bagi laki-laki?

Oke, aku tau sekarang ini posisiku sedang dalam fase patah hati, tapi di ending setiap cerita pasti ada moral value nya kan? Dan moral value itu tidak selalu positif. Kesimpulannya, hidup ini tidak ada yang pasti. Bahkan bagi orang yang sudah menikah sekalipun. Aku akui, aku memang gampang trauma terhadap sesuatu. Tapi semoga saja seiring berjalannya waktu, rasa trauma itu bisa memudar, dan menghilang.

Mari kita tunggu datangnya cinta yang baru, selagi menunggu, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan, right? :)

Kamis, 11 Agustus 2011

Perbedaan antara suka, sayang, dan cinta

Suka adalah saat kamu ingin memiliki seseorang. . .

Sayang adalah saat kamu ingin membahagiakan orang itu. . .

Dan cinta adalah saat kamu akan berkorban untuk orang itu . . .

Saat kamu bersedih dan menangis maka seseorang yg “menyukaimu” akan berkata ’sudahlah jgn menangis lg’

tp seseorang yg ‘menyayangi’ akan diam dan ikut menangis bersamamu . . .

Dan seseorang yg ‘mencintaimu’ akan membiarkanmu menangis dan menunggumu hingga tenang lalu berkata ‘mari kita selesaikan ini bersama’

saat seseorang yg menyukaimu berada disampingmu maka dia akan bertanya ‘bolehkah aku menciummu?’

tp seseorang yg menyayangimua maka dia akan berkata ‘biarkan aku memelukmu’

dan seseorang yg mencintaimu takkan berbicara..dia hanya akan selalu memegang erat tanganmu seakan dia takkan mau membiarkanmu terjatuh . . .

Saat kamu menyukai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan marah dan takkan mau lg berbicara dengannya..

Tp jika kamu menyayangi seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan menangis karenanya..

Dan jika kamu mencintai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan tersenyum walau itu pahit dan berkata ‘dia hanya belum tahu apa yg dia lakukan’

suka hanyalah keegoisan diri sendiri…
Sayang adalah memberi dan menerima..
Dan cinta adalah rela berkorban…

Suka hanya akan berbuat jika itu menyenangkan..
Sayang berbuat karena ingin selalu ada untuknya..
Dan cinta berbuat karena tak ingin membuatnya terluka tak peduli bgaimana keadaan kita. . .

Rabu, 03 Agustus 2011

the story of us - taylor swift

I used to think one day we'd tell the story of us
How we met and the sparks flew instantly
People would say they're the lucky ones

I used to know my spot was next to you
Now I'm searching the room for an empty seat
'Cause lately I don't even know what page you're on

Oh, a simple complication
Miscommunications lead to fallout
So many things that I wish you knew
So many walls up, I can't break through

Now I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

Next chapter

How'd we end up this way?
See me nervously pulling at my clothes and trying to look busy
And you're doing your best to avoid me

I'm starting to think one day I'll tell the story of us
How I was losing my mind when I saw you here
But you held your pride like you should have held me

Oh I'm scared to see the ending
Why are we pretending this is nothing?
I'd tell you I miss you, but I don't know how

I've never heard silence quite this loud

Now I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

This is looking like a contest
Of who can act like they care less
But I liked it better when you were on my side

The battle's in your hands now
But I would lay my armor down
If you'd say you'd rather love then fight

So many things that you wish I knew
But the story of us might be ending soon

Now I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now
Now, now

And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me?

And I don't know what to say since a twist of fate
'Cause we're going down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

The end

Kamis, 21 Juli 2011

life must go on

halo! lama nggak main ke blogger.
sekarang aku sudah resmi jadi mahasiswa universitas diponegoro jurusan teknik perencanaan wilayah dan kota. bahasa inggrisnya urban and regional planning engineer. panjang sekali bukan? -_-

hmm saat saat ini aku sedang menikmati masa liburan terlamaku yang pernah ada. serius, seumur umur ini liburanku yang paling lama tanpa kegiatan berarti. biasanya aku seneng banget kalo ada liburan, tapi kalo kelamaan ternyata stres juga ya. apalagi kalo lagi galau. #eaaaa #senggoldikit

tapi nggak masalah asal dinikmati aja. ambil positifnya, aku jadi bisa tidur malam bangun siang, nontonin drama korea tiap hari, daaaan lain lain. kadang juga jalan jalan sama temen temen dan temen-yang-bukan-temenku.

seperti kemarin misalnya, hari kamis tanggal 21 juli 2011. jadi aku diajak sama temen-yang-bukan-temenku jalan2 cari buku ke togamas. setelah itu makan di marfo sama jalan jalan di cl. bilangnya sih pengen liat liat buku teknik elektro. yaudah aku ikut aja. sebenernya aku juga butuh buku pegangan buat kuliah, tapi masalahnya... aku nggak mudeng buku nya kayak gimana -_- maklum belum mulai persiapan apa apa buat kuliah, hawanya berasa masih SMA aja hahaha T.T

sebenernya sih aku kadang masih suka berkhayal "besok kalo di kelas aku mau bla bla bla" atau "besok kalo pelajaran olahraga kayaknya enak kalo main bla bla bla". kemudian aku sadar, "ohya, kan aku udah lulus" -_____- sedihnyaaaa~

aku teramat sangat percaya sama pepatah yang mengatakan "sesuatu itu akan terasa sangat berharga ketika kita sudah kehilangannya." jederrrr #jleb #jleb #jleb padahal aku masih pengen menikmati masa SMAku yang terasa sangat singkat itu. masih pengen ngelamun di kelas waktu pelajaran, bikin contekan di kertas kecil terus dimasukin di tutup tipe-ex, main remi sama nonton film waktu pelajaran kosong (maklum sekolah elit), aduh pokoknya masih banyak lagi kegiatan sepele yang ternyata sangat bikin kangen itu.

apalagi kalau udah bicara soal masalah percintaan di SMA, hahaha (uhuk). rasanya kangen banget waktu jaman jaman suka sama temen seangkatan. tiap dateng ke sekolah langsung lirak lirik parkiran motor, nyariin motor orang yang bersangkutan udah ada apa belum, jaman-jaman pedekate via jejaring sosial, sms, dan yang paling mengubah hidup, momen dimana diungkapkannya perasaan dan akhirnya cinta terbalas juga. yaa walaupun nggak semua orang mengalami kisah cinta seperti ini, tapi pasti tiap orang punya kisahnya masing-masing.

hmmm kadang kalo lewat smaga, aku jadi inget waktu dulu sering pacaran di kelas, tiap moving class selalu nyari tempat duduk deket deket si itu, kalo dia duduk di depanku mesti aku liatin terus, kalo dia duduk di belakang mesti sok sok kecentilan hahaha. tiap istirahat ke kantin berdua, tiap pulang sekolah duduk duduk di depan koperasi sampe jam 5 sambil nunggu hujan. ah unyu deh hahaha :3

apalagi kalo udah kelas 3, ada bimbel bareng juga, belajar bareng buat tempur ngelawan UN sama SNMPTN, ah itu masa masa penuh perjuangan yang cukup unyu untuk dikenang. sekarang, disinilah kita, sedang menunggu hari datangnya kuliah, dan yang pasti, kehidupan di kuliah nanti nggak sama seperti SMA. sedih sih, tapi kita bisa apa, kita cuma manusia yang tidak punya kemampuan untuk memutar waktu.

life must go on, just enjoy it!

Rabu, 02 Februari 2011

kuliah semakin dekat

Sekarang ini, tiada hari tanpa belajar. Sama seperti kelas 3 SMP dulu. UN bulan april, SNMPTN bulan mei, waktu tinggal sedikit, setelah itu, selamat menempuh hidup baru deh.

Jadi sampai saat ini, aku mantep pengen lanjut ke arsitektur undip. Alesannya, sejauh ini paling nggak aku menaruh minat di bidang ini dibanding jurusan jurusan lain. Urusan mahir dan sebagainya urusan nanti. Terus yang bikin aku mantep di undip, soalnya orang tua nggak ngijinin kuliah di luar kota. Aku tau sih alesannya. Tau banget malah. Jadi, semoga bisa, amin.

Sebenernya, kalo liat temen temen yang pada pingin kuliah di UI atau ITB atau UGM, aku juga sebenernya pingin. Kalo boleh milih, sebenernya aku tertarik sama SAPPK ITB. Gatau kenapa kayaknya bagus. Yah tapi mungkin takdir berkata lain. Aku juga sebenernya mikirin gimana kalo nanti aku kuliah di bandung. Harus hidup sendiri, jauh dari orang tua, terus juga ada alasan lain yang bikin aku harus menyingkirkan keinginan buat kuliah di ITB.

Tapi, aku juga belum tau nantinya gimana, sekarang aku cuma bisa berusaha dan berdoa, semoga aku bisa kuliah di universitas yang terbaik buatku, menjamin masa depan yang sukses, dan kompetensiku bisa lebih berkembang. Pelajaran yang bisa aku ambil, jangan sekali-kali memilih universitas karena orang lain, bukan karena dirimu sendiri. Karena efeknya bakal buruk buat kamu. Misalnya, kalau orang yang kamu jadikan tujuan itu pergi, akhirnya kamu gabakal dapet apa-apa. Lebih baik jadi diri sediri aja.

Oke, sekarang sampai dapet kuliahan, kudu belajar serius. FOKUS! :)

Minggu, 02 Januari 2011

Guess what happens in the end? You start to remember the beginning.

Hell-o people.

So, if you read this posting, I’m in my second semester on grade 12 of senior high school. And starting to become crazy because of exams and project to get university.

(changing subtitle) Hari ini hari terakhir liburan semester ganjil di kelas 12. Dan rasanya seneng campur sedih. Seneng, soalnya aku kangen semua hal yang ada di sekolah, terutama suasananya. Sedih, soalnya udah nggak bakal ada lagi waktu luang buat santai-santai, dan aku bakal disibukkan oleh buku-buku, pelajaran tambahan, bimbingan belajar, les privat, dan bla bla bla bla. Yang pasti lainnya, nggak bakal ada waktu buat pacaran. Tapi itu nggak masalah, selama ini aku juga nggak pernah nuntut yang muluk-muluk tentang ini. Mungkin temen-temen lainnya mikir orang yang pacaran itu harus sering ngedate, smsan setiap hari setiap jam setiap menit, nonton bioskop, dan lain-lain. Tapi buatku nggak sama sekali. Kalo dipikir, selama setahun ini pacaran, udah banyak banget kenangan yang aku punya, itu aja udah sangat cukup. Tau bahwa kita berdua masih memiliki perasaan yang sama aja udah cukup. Walaupun ada beberapa perbedaan pendapat, konflik kecil atau besar, aku berharap semoga perasaan itu jangan sampai hilang. Sampai saatnya nanti, jika ada suatu hal yang benar-benar mengharuskan perasaan itu pergi. Entah kapan. Aku selalu takut memikirkannya.

Jadi, di liburanku dua minggu ini, aku disibukkan oleh kegiatan-kegiatan yang menurutku positif. Awal liburan, ada pelajaran tambahan selama tiga hari. Lalu akhir pekan pertama aku pergi ke klaten dan disana banyak saudara-saudara berkumpul. Setelah pulang ke Semarang, minggu kedua liburan aku sangat sibuk dengan kegiatan sosial care selama 4 hari. Banyak sekali manfaat dari kegiatan ini yang bisa aku petik. Sebuah pengalaman baru yang lumayan menyenangkan. Lalu hari jumat, aku main sama sahabat galauku Vanes dan Chandra. Terus malem tahun baru, aku sama keluarga besar dari papa ngadain acara di gunung pati. Tapi nggak ada bedanya juga sih, soalnya aku sampai sana juga langsung tidur, nggak begadang hehe. Nah nggak terasa akhirnya hari minggu, dan besok sekolah lagi.

Selama liburan ini aku memikirkan banyak hal. Dan aku merasa ada perubahan dariku. Aku merasa lebih mandiri. Bukan mandiri yang seperti orang-orang pikir sih, tapi mandiri yang aku maksud disini adalah aku mulai bisa untuk nggak bergantung sama orang lain. Terutama you-know-who yang selalu aku ceritakan. Soalnya sebelum liburan ini, rasanya aku terlalu bergantung banget, dan itu sangat merepotkan. Semoga saja seterusnya aku bisa begitu, walaupun aku tau itu pasti susah, waktu liburan aja tetep ada rasa kangen. Bisa dibilang kangen banget, sampai nggak bisa nahan air mata. Dan orang yang aku kangenin bilang dia nggak terlalu kangen. Cukup tau sih, tapi sebenernya aku udah bisa ngira dia bakal bilang gitu. Namanya cowok pasti perasaannya nggak serumit dan selabil cewek. Tapi aku udah punya tekad kuat untuk ini, semoga berjalan lancar.

Pikiran lain yang terlintas di otakku mengingat aku yang sudah tidak lama lagi duduk di bangku SMA yang indah ini, adalah pikiran tentang awal kehidupanku di SMA. Waktu SMP kelas 3, aku pikir pasti susah sekali masuk SMA 3, makanya itu aku belajar giat banget dan akhirnya bisa masuk. Beruntung banget bisa sekolah disini. Lalu disinilah aku, kelas sepuluh enam, kelas yang nggak bakal terlupakan. Dulu aku hidup bahagia banget di kelas ini, rasanya aku nggak terlalu peduli sama kelas lain, Cuma temen-temenku ini aja udah cukup buatku. Pikiran anak yang masih sangat polos. Selain itu, ada mochi yang masih menyenangkan untuk aku bergabung di dalamnya. Sekolah masih senin-sabtu. Jumat pake baju pramuka. Ekstrakurikuler sore hari. Berangkat dan pulang sekolah diantar jemput. Dan yang penting waktu itu, di otakku masih sangat sangat sedikit beban pikiran yang harus kupikir. Itu menyenangkan sekali, mengingat aku yang masih polos dan belum ada noda begitu. Hahaha. Hidupku kelas 10 seingatku Cuma main sama temen-temen. Dari awal GPLB, Live In, buka puasa bersama di sekolah, pensaga, dan semua event dari sekolah aku habiskan bersama teman-teman sekelas. Sampai akhir, perpisahan kelas ke jogja. Dengan aku sebagai bendahara, acara itu tergolong sukses untuk ukuran anak kelas 1 SMA. Dan sangat membekas sampai sekarang. Benar-benar masa kelas 10 yang tak terlupakan.

Beranjak dari situ, aku naik kelas dan duduk di kelas 11 ipa 9. Di periode ini, mulai muncul beberapa beban untuk dipikirkan. Di awal, aku berpikir apa aku bisa mendapatkan teman dekat, lalu mochi yang tadinya menyenangkan berubah menjadi membosankan dan aku nggak lagi eksis di dalamnya. Di kelas juga nggak ada yang menarik buatku. Hidupku awal kelas 11 bisa dibilang cukup suwung. Sampai suatu ketika aku berkenalan dengan seseorang. Dari sebuah jejaring sosial, dan berlanjut di sms, dan berlanjut di dunia nyata, dan berlanjut sampai sekarang. Berbarengan dengan ini, aku direkrut menjadi kasi 9 dan 10 osis, semenjak ini hidupku menjadi sangat berubah. Banyak sekali beban yang harus dipikul. Aku mulai bergaul dengan banyak orang, dengan berbagai karakter, berbagai gaya hidup, dan aku mulai berusaha mengimbangi mereka. Dulu aku selalu berpikir bahwa mencari banyak teman itu sangat baik. Nantinya pasti berguna, banyak kenalan, dan menurut teman-temanku, aku sudah tergolong anak gaul. Selalu sibuk dengan berbagai kegiatan, termasuk secara kasat matanya, pengeksisan diri. Tapi ternyata semua itu membuat aku menjadi orang yang tidak baik. Tidak baik disini karena aku menjadi gelap mata dan mempunyai ambisi kearah yang salah. Memang aku terlambat menyadarinya, karena itulah hal ini yang sampai sekarang menjadi penyesalanku. Apalagi dengan ambisiku ini, tanpa sadar aku menyakiti perasaan seseorang yang sangat penting. Dan orang tersebut nggak kukira menjadi teman sekelasku di kelas berikutnya.

Berkaitan ke topik karma yang pernah aku ceritakan di posting sebelumnya, aku mengalami masa masa sulit di awal kelas 12 ku, yaitu kelas 12 ipa 10. Bisa dibilang sangat sulit. Terjadilah perubahan karakter dariku. Jati diriku menghilang dibawa angin. Rasa percaya diri yang selalu aku bawa kemana-mana selama aku duduk di kelas 11 juga ikut menghilang seketika. Berakhirlah aku dengan kesendirian, masa dimana aku membenci diri sendiri dimulai. Banyak sekali kebencian, termasuk terhadap seseorang. Baru kali ini aku benar-benar membenci seseorang sampai seperti ini. Tiada hari tanpa menangis. Kacau sekali hidupku.

Tapi lama kelamaan aku introspeksi diri, dan mulai merubah semuanya. Tetap ada efeknya memang, tapi paling nggak, hidupku berangsur-angsur membaik. Turun jabatan OSIS, hidup sederhana, dan berusaha menghilangkan kebencian-kebencian. Walaupun sulit. Nah efek dari peristiwa tadi, aku jadi sensitif, perasa, pemikir, dan cengeng. Gampang sekali sekarang untuk menangis hahaha. Tapi menangis memang kadang bisa membuat perasaan lebih baik setelahnya, walaupun rasanya sangat nggak enak. Kalo di deskripsikan, menurutku rasanya sesak dan sakit yang ditahan di tenggorokan, setelah sedikit lama menahan rasa sakit, kelenjar air mata mulai memproduksi, dan air menetes dari pelupuk mata. Jadi begitu kira-kita proses terjadinya peristiwa menangis. (-_-’)

Naaah, sekarang keadaanku mulai membaik, atau mungkin, aku berusaha membuat keadaan lebih baik. Waktuku di SMA tinggal kurang lebih 6 bulan lagi. Dan aku yakin, 6 bulan ini bakal terasa cepat sekali. Maka dari itu, mulai sekarang aku harus berusaha menhilangkan beban-beban pikiran yang kurang penting agar bisa fokus belajar. Sebisa mungkin aku menghindari sesuatu yang bisa menimbulkan masalah. Otakku harus di refresh dan di kurangi isinya agar bisa diisi oleh materi-materi pelajaran yang pastinya sangat banyak.

(changing subtitle) So, that’s my short story about my life in senior high. I hope I can be consistant with my deal and focus about those things, forget unimportant problem, and study! My time is so limited now, so wish me luck :)