Minggu, 11 Desember 2011

something changed in me

hello! o hisashiburi :)
dulu aku dibilang cewek jepang gara2 suka bgt sama hal2 yang berbau jepang, sekarang udah enggak lagi hehehe

yah, hidup terus berlalu

sama seperti apa yang ada dipikiranku sekarang. entah sejak kapan beberapa hal sudah menjadi berbeda dengan apa yang ada dipikiranku dulu. padahal umurku juga belum terlalu bertambah banyak, tapi hanya dengan peralihan masa SMA ke kuliah, banyak yang berubah dari pikiranku. intinya sekarang aku lebih dewasa! senang? biasa aja -_-

jadi ini ada hubungannya dengan kisah cinta yang biasa aku ceritakan di blog ini. walaupun aku ngga tau ada yang baca apa nggak, yang penting aku mau cerita aja daripada dibatin mulu wkwk
mari flashback sebentar ke masa SMA sangat indah itu. dulu, entah apa yang membuat aku begitu yakin, tapi aku pernah bercita-cita aku dan sang pacar manjadi pengantin dan hidup bahagia bersama selama-lamanya. jangan heran dulu ya, namanya juga cuma angan-angan anak SMA -_-"
dulu itu ketika aku masih berada dibawah emosi labilnya bocah remaja SMA, walaupun aku tau semua kekurangannya dan punya berbagai masalah dengan sang pacar, aku tetap ingin selalu bersama dengan dia, apapun yang terjadi. kalo dipikir-pikir aku nggak pernah terbersit keinginan buat cari orang lain yang lebih segalanya dari orang ini, entah aku terlalu setia atau terlalu bodoh dan polos. tapi dulu keadaannya seperti ini. sedangkan si pacar sudah terlalu sering berpikir untuk meninggalkan aku supaya dia bisa cari orang lain yang lebih baik dari aku, secara fisik (terutama). aku kadang berpikir emangnya aku segitu buruk rupanya atau gimana sampai dia berpikir begitu, kayaknya dulu siapa yang ngejar-ngejar gitu kan? positive thinking aja, mungkin dia amnesia.

lanjut, jadi suatu ketika dia dulu pernah bilang di sebuah mall ternama di semarang, kalau salah satu alasan kenapa orang tuanya ngga suka sama aku yaitu: 1. aku kurang cantik. 2. aku kurang putih.

dan tanggapan teman-temanku yang aku ceritain ini adalah "BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"

-__-"

dan ini "plis tir, aku aja iri banget pengen putih kayak kamu gitu loh. kalo kamu aja nggak putih terus aku ini se-item apa dong? jleb banget dah."

lalu ini "terus dia pengennya nikah sama siapa dong tir? sama albino mungkin ya?"

teman-temanku yang baik hatinya, aku juga udah sering mikir kayak gitu hahahaha. so funny :D

but anyway, itu hak dia juga dong ya mau nikah sama siapa (termasuk albino) kalo dia memang suka sama yang begitu. aku nggak berhak melarang juga. but its okay, ngga ada yang perlu disesalkan soalnya ceritaku belum selesai sampai disini.

di suatu siang, atau sore yang berangin. aku sedang berjalan berdua dengan sang pacar pertama ini dari dalam sekolah menuju ke parkiran motor di dekat gerbang depan. waktu itu bulan apa aku juga sudah lupa. pokoknya waktu jaman-jaman itu kita sering sekali menghabiskan waktu di sekolah berdua walaupun cuma ngobrol-ngobrol atau makan bareng di kantin. di parkiran, aku dan dia sedang membicarakan banyak hal, hingga topik menjurus kearah perpisahan dalam arti sesungguhnya. dan dialogpun bermunculan.

"kalo putus itu terus gimana ya?" entah kenapa aku tanya begini, tapi pertanyaan ini sangat sering melintas dipikiranku. yah soalnya aku belum pernah mengalami yang namanya putus cinta dengan seseorang yang sangat dalam seperti orang ini. jadi ya bingung sendiri.

dia cuma menanggapi sekenanya.

"kalo udah putus kita tetep temenan ya?"

"iyaaa."

"janji?"

"janji." dia cuma tersenyum sambil mengaitkan kelingkingnya di kelingkingku.

aku balas tersenyum juga.

waktu itu udaranya sedang sedikit mendung jadi angin bertiup lumayan kencang, aku masih ingat. daun-daun yang ada di pohon besar di parkiran berguguran seperti di film-film. oke ini agak lebay, tapi memang begitu suasananya. yaaah walaupun aku nggak tau apakah kita benar-benar bisa berteman baik setelah putus nanti, tapi semoga bisa.

flashback selesai. mari kita kembali ke masa sekarang, aku dan dia sudah menjadi seorang mahasiswa di undip. aku teknik planologi, dan dia teknik elektro. kalo sedang suwung di kelas sewaktu kuliah, aku sering menggambar kota dengan langit mendung dengan petir menyambar-nyambar. ada yang tau artinya? hehehe itu artinya planologi digabung dengan elektro hehehehehehehehehe, namanya juga iseng -_-"

balik ke masalah utama yang sering bikin aku ilfeel. jadi kalau dihitung, sudah tiga kali dia tergoda oleh wanita lain. ya bahasanya nggak selebay ini juga sih, tapi faktanya demikian, yang paling parah adalah yang terakhir karena aku tau dengan mata kepala sendiri. mungkin orang lain kalau berada diposisiku bakal langsung bilang putus kalo sampe digituin sama pacarnya. aku juga kadang bingung kenapa aku masih mau berbaik hati sama cowok yang begini. mungkin karena hatiku seperti malaikat. oke, mungkin sikapku ke dia masih baik, masih mau diajak jalan dan sebagainya sebagaimana layaknya kita berpacaran sejak dua tahun lalu. tetapi, tetap ada dampak dari perbuatan dia sendiri. ada perbedaan yang signifikan dari pola pikirku. dia nggak bisa menyalahkan aku atas hal ini, karena ini mutlak kesalahan dia sendiri.

yang pertama, cita-citaku ingin menikah dengan dia sudah hilang dibawa angin. sama sekali sudah nggak ada keinginan lagi dari lubuk hatiku yang paling dalam. lenyap sudah tanpa bekas. yang kedua, aku mulai berfikir, dia saja selalu mencari-cari cewek yang dia anggap cantik dan memenuhi kriteria cewek pefect, dilihat spesifikasinya, ditimbang2 lalu dimasukkan ke dalam list nya dan teman-temannya, entah sebagai sasaran berikutnya atau cuma untuk iseng2 sebagai bahan hiburan. helooooooooooooo memangnya kita ini laptop? nah, jelas sudah, sekarang aku jadi berpikir, dia aja dengan gampangnya melakukan hal yang sangat freak dan kampungan seperti ini, kenapa aku masih dengan bodohnya setia? wasting time juga gitu loh. mulai sekarang aku mau lirik-lirik cowok ganteng yang ada di sekitarku :D cihuuuy be free! siapa tau ada yang nyantol, ngga ada salahnya juga kan? selama janur kuning belum melengkung, kita masih bebas buat memilih. dulu dia dan keluarganya menyimpulkan bahwa aku nggak pantas buat dia dan aku sangat down karenanya, tapi sekarang, tanamkan di pikiran bahwa dialah yang nggak pantas buat cewek hebat seperti aku! :D

ciao ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar