Kamis, 25 Agustus 2011

kamis di bulan puasa

Hari ini aku udah nulis dua posting. Soalnya aku kebetulan bangun malem malem dan suwung. Hmmmm .____.
Yaudah nulis aja. Sebenernya hari ini nggak ada yang penting buat diceritain sih. Tapi gapapalah. Daripada suwung.
Pagi hari ini diawali dengan hp yang suwung. Kemudian beres beres kamarku yang benar benar berantakan, ngepak ngepak buku dari jaman smp sampe yang paling baru. Ternyata udah banyaaak banget. Lalu setelah itu aku mandi karena sudah ada janji sama vanes chandra buat nonton di paragon. Jangan heran kalo aku sering banget posting tentang nonton bioskop karena aku sering suwung.
Setelah siap, aku berangkat kerumah vanes. Aku sama chandra nunggu diluar gara gara vanes si empunya rumah lagi di johar. Cukup tau.
Habis vanes dateng, kita seperti biasa naik jazz nya chandra berangkat ke paragon. Sampe xxi antrian udah panjaaang banget padahal film mulai setengah jam lagi. Kalau ngantri sekarang nggak bakal sempet. Dan kita ngeliat adat ngantri di barisan depan. Sudah bisa ditebak, akhirnya kita dapet tiket di barisan kedua dari depan. Efek 3d nya mantaaaap.
Film kungfu pandanya bener bener lucu banget nggak bohong. Isinya ngekek ngekek doang disana. Tapi lumayan buat menghilangkan galau. Rasanya aku mulai terbiasa jauh dari handphone berhubung hp juga nggak ada apa apa yang penting buat dilihat. It's okay. I can through this.
Filmnya selesai jam setengah dua. Setelah lampu bioskop dinyalakan, aku ngelihat sekeliling. Bengong. Satu deret isinya anak smaga semua coooy. Ada oxa sama fian. Terus anak anak gaseles ada momod dama ibai aya bunbun. Ada defa sama keket juga. Gila. Entah dunia yang sempit atau gimana, di jalan aku ketemu sama herdian sama abel juga. Cukup wow.
Habis nonton, aku liat liat baju di matahari, setelah itu pulang deh. Sampe rumah jam 5.20. Bener bener nggak kerasa puasa hari ini walopun di paragon banyak godaan makanan yang enak enak. Dirumah tinggal buka puasa, langsung ketiduran. Dan saat bangun, masih tengah malem. Aku liat layar hp, buka inbox, kok agak sedih ya rasanya. Kenapa kalau malam malam begini emosi seperti terasa lebih peka daripada siang hari. Aku cuma bisa nulis status, curhat di blog, ngamatin twittermu dari jauh, tanpa komunikasi langsung. Paling nggak rasanya masih lega kalau lihat statusmu. Karena aku tau bahwa kamu baik baik aja, walaupun tanpa aku. Semoga aja kamu baca postingku ini, atau setidaknya rasa kangenku tersampaikan.
Oke. Cukup. No more berlarut larut.
Masih banyak hari untuk dilalui sendiri. Harus perbanyak doa aja.
Ngantuk, bentar lagi sahur. Better sleep. Goodnight :)
Published with Blogger-droid v1.7.4

LDR

Peralihan dari SMA ke kuliah ini, banyak teman temanku yang ber-LDR dengan pacarnya. Aku ngerti sih mungkin pasangan pasangan ini masih saling mencintai jadi mereka menganggap akan baik baik aja. Tapi, untuk seusia anak yang baru saja lulus SMA, entah kenapa menurutku mereka masih belum bisa berpikir panjang secara dewasa untuk menjaga cinta. Bukannya aku meragukan kekuatan cinta mereka, hanya saja mungkin, jika aku di posisi mereka, aku terlalu takut untuk mengambil resiko ini. Mungkin karena aku pernah terluka karena laki-laki, aku jadi kurang bisa mempercayai mereka. Walaupun aku tau nggak semua laki-laki itu nggak bisa setia. Kalau bagi perempuan seperti aku, dan mungkin beberapa perempuan lainnya, setia itu hal yang sangat mudah. Tanpa harus disuruh, tanpa paksaan, kalau kami sudah benar benar mencintai seseorang, kami akan secara fisik dan mental setia padanya. Tapi kalau laki-laki, apakah mereka bisa?

Menjaga kesetiaan cinta itu bukan hal sepele menurutku. Disaat kita jauh dengan orang yang kita cintai, dan ada seseorang yang dekat, memberikan kepastian dengan segala kelebihan kelebihan yang tidak dipunyai oleh dia yang sedang jauh, bagi perempuan saja itu merupakan hal yang sulit, apalagi bagi laki-laki?

Oke, aku tau sekarang ini posisiku sedang dalam fase patah hati, tapi di ending setiap cerita pasti ada moral value nya kan? Dan moral value itu tidak selalu positif. Kesimpulannya, hidup ini tidak ada yang pasti. Bahkan bagi orang yang sudah menikah sekalipun. Aku akui, aku memang gampang trauma terhadap sesuatu. Tapi semoga saja seiring berjalannya waktu, rasa trauma itu bisa memudar, dan menghilang.

Mari kita tunggu datangnya cinta yang baru, selagi menunggu, masih ada banyak hal yang bisa dilakukan, right? :)

Kamis, 11 Agustus 2011

Perbedaan antara suka, sayang, dan cinta

Suka adalah saat kamu ingin memiliki seseorang. . .

Sayang adalah saat kamu ingin membahagiakan orang itu. . .

Dan cinta adalah saat kamu akan berkorban untuk orang itu . . .

Saat kamu bersedih dan menangis maka seseorang yg “menyukaimu” akan berkata ’sudahlah jgn menangis lg’

tp seseorang yg ‘menyayangi’ akan diam dan ikut menangis bersamamu . . .

Dan seseorang yg ‘mencintaimu’ akan membiarkanmu menangis dan menunggumu hingga tenang lalu berkata ‘mari kita selesaikan ini bersama’

saat seseorang yg menyukaimu berada disampingmu maka dia akan bertanya ‘bolehkah aku menciummu?’

tp seseorang yg menyayangimua maka dia akan berkata ‘biarkan aku memelukmu’

dan seseorang yg mencintaimu takkan berbicara..dia hanya akan selalu memegang erat tanganmu seakan dia takkan mau membiarkanmu terjatuh . . .

Saat kamu menyukai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan marah dan takkan mau lg berbicara dengannya..

Tp jika kamu menyayangi seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan menangis karenanya..

Dan jika kamu mencintai seseorang dan seseorang itu menyakitimu maka kamu akan tersenyum walau itu pahit dan berkata ‘dia hanya belum tahu apa yg dia lakukan’

suka hanyalah keegoisan diri sendiri…
Sayang adalah memberi dan menerima..
Dan cinta adalah rela berkorban…

Suka hanya akan berbuat jika itu menyenangkan..
Sayang berbuat karena ingin selalu ada untuknya..
Dan cinta berbuat karena tak ingin membuatnya terluka tak peduli bgaimana keadaan kita. . .

Rabu, 03 Agustus 2011

the story of us - taylor swift

I used to think one day we'd tell the story of us
How we met and the sparks flew instantly
People would say they're the lucky ones

I used to know my spot was next to you
Now I'm searching the room for an empty seat
'Cause lately I don't even know what page you're on

Oh, a simple complication
Miscommunications lead to fallout
So many things that I wish you knew
So many walls up, I can't break through

Now I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

Next chapter

How'd we end up this way?
See me nervously pulling at my clothes and trying to look busy
And you're doing your best to avoid me

I'm starting to think one day I'll tell the story of us
How I was losing my mind when I saw you here
But you held your pride like you should have held me

Oh I'm scared to see the ending
Why are we pretending this is nothing?
I'd tell you I miss you, but I don't know how

I've never heard silence quite this loud

Now I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

This is looking like a contest
Of who can act like they care less
But I liked it better when you were on my side

The battle's in your hands now
But I would lay my armor down
If you'd say you'd rather love then fight

So many things that you wish I knew
But the story of us might be ending soon

Now I'm standing alone in a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me

I don't know what to say since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us looks a lot like a tragedy now
Now, now

And we're not speaking
And I'm dying to know, is it killing you
Like it's killing me?

And I don't know what to say since a twist of fate
'Cause we're going down
And the story of us looks a lot like a tragedy now

The end