Kamis, 22 Desember 2011

dilema

pernahkah kamu mengalami dilema dalam hidup? disaat kesetiaan cintamu sedang diuji?
disaat hubungan percintaanmu dengan seseorang yang sudah berumur sekian tahun tetapi sudah mencapai titik akhir, tidak ada lagi kepercayaan, tidak ada lagi kepastian, dan tidak ada lagi masa depan, kemudian datang seseorang yang menawarkan itu semua, apa yang akan kamu lakukan? melepaskan pasanganmu untuk orang lain ini, atau tetap setia kepada pasanganmu walaupun hubungan yang kalian jalani sudah tidak hidup lagi?

aku yakin, kamu pasti pusing.

jadi kurang lebihnya aku sedang mengalami kejadian yang semacam ini dan aku tidak tau harus menceritakannya pada siapa. menurutku, aku sudah terlalu berkorban banyak buat seseorang yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan denganku ini. tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku mulai menyimpan beberapa pertanyaan yang aku sendiri sulit untuk menjawabnya. atau lebih tepatnya, tidak ada satu orangpun yang tau jawabannya. karena pertanyaan ini hanya terus berputar-putar di otakku tanpa berhenti. dan akhirnya aku memutuskan agar membiarkan waktu saja yang akan menjawabnya.

tapi,

lama-kelamaan aku berpikir, lagi. kira-kira kapan 'sang waktu' ini akan menjawab pertanyaanku?

ketika terbersit pikiran itu, aku menyadari bahwa aku sudah lelah berkorban terlalu banyak untuk seseorang yang 'tidak pasti'. aku ingin orang lain yang berjuang, dan bukan aku. karena itu pasti akan lebih membahagiakan. aku sendiri mempunyai prinsip bahwa setiap pasangan kekasih itu wajib hukumnya menjunjung kesetiaan. jika salah satu selingkuh, dialah tersangka pertama dan satu-satunya pihak yang paling bersalah. itu prinsip pokok dalam kamus percintaanku, bisa dibilang pasal satu. kemudian, ternyata ketika timbul masalah ini, pasal satu sudah tidak bisa digunakan lagi. jika salah satu pihak sudah tidak melakukan kewajibannya dalam suatu hubungan, bukan tidak mungkin pasangannya akan selingkuh. bukannya aku menghalalkan perselingkuhan, mungkin lebih baik mengakhiri hubungan yang sudah tidak mempunyai pondasi yang kuat. itu lebih aman daripada selingkuh.

itu adalah hasil pikiran otak yang secara rasional menganalisis suatu permasalahan.

lalu,

bagaimana dengan hati?

bagaimana ketika hatimu berbicara lain? bagaimana jika hatimu menuntunmu kearah lain dari arah yang sudah dipikirkan oleh otakmu? bagaimana jika perasaan cinta itu masih terasa kuat? aku yakin, pasti akan terjadi konflik antara otak dan hatimu, dan dilema pun terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar