Assalamualaikum guys
sekarang hari selasa tanggal 25 juni 2013 dimana aku sedang banyak sekali tugas yang belum aku selesaikan, tapi tidak ada satupun tugas yang bisa aku kerjakan karena semua tugas berupa tugas kelompok, sedangkan aku posisi di rumah, sendirian. yasudah, you know what am gonna do.
tiba-tiba aku randomly kepikiran, udah berapa lama ya aku memutuskan buat pakai jilbab gini? ternyata nggak terasa udah hampir setahun, karena pertama aku pakai jilbab itu adalah selepas idul fitri tahun lalu, yaitu saat pertama kali masuk semester 3. and my impression is? great! nggak nyesel serius. wanna know why? hehehehehe~
okay, dulu waktu aku belum pakai jilbab, aku selalu kepikiran, kapan ya aku bisa taat sama agamaku? bentuk dari ketaatan ini banyak macamnya, sebagai umat muslim kita pasti paham. tapi ternyata memakai jilbab adalah salah satu langkah yang sangat tepat. dengan jilbab, kita jadi tidak bisa lagi melakukan hal-hal yang 'bertentangan'. you know exactly what I mean. kalo kita terkadang ingin khilaf, begitu kita lihat jilbab, kita pasti ingat lagi, dan akhirnya nggak jadi buat khilaf. apalagi bagi orang yang keras kepala dan ego nya tinggi. nggak bakal mau dia dibilang sebagai orang yang plin-plan atau nggak nggenah dan sebangsanya.
even so, aku bukan orang yang mau dengan serta merta dan ikhlas kalau ada orang yang nyuruh aku buat pakai jilbab. kenapa? menurut pandanganku, wanita yang memakai jilbab itu ibarat anak kecil yang memasuki masa-masa pubertasnya dan merasa malu apabila tidak memakai pakaian. setiap orang mengalami masa itu secara berbeda-beda. ada anak yang sudah malu kalau tidak pakai baju pada saat kelas 1 SD, ada yang kelas 3 SD, bahkan ada yang kelas 6 SD baru dia malu kalau tidak pakai baju di depan orang lain. prinsip ini sama seperti saat kita ingin memakai jilbab. ada orang yang sudah malu jika auratnya terlihat pada saat SMP, ada yg SMA, kuliah, bahkan saat tua sekalipun. walaupun ada pula faktor-faktor lain seperti faktor lingkungan yang membuat dia membiasakan diri untuk memakai jilbab sejak kecil. tetapi disini terdapat berbagai konsekuensi pula. jika anak kecil yang disuruh untuk berjilbab sejak dini namun tidak diimbangi dengan pemikiran-pemikiran mengenai akhlak dengan cara yang benar, pada saat dewasa ketika sudah tidak ada lagi pengaruh lingkungan tersebut, bisa saja dia memutuskan untuk melepas jilbabnya. lain halnya dengan anak yang sama sekali tidak diwajibkan untuk berjilbab, disaat dia sudah memasuki masa 'malu membuka aurat'nya, maka dia akan serta merta dan dengan ikhlas lillahita'ala mengenakan jilbab dengan sendirinya. karena ini adalah hasil pemikiran dia secara murni dan hasil perbincangan dia dengan Allah secara pribadi. sama seperti orang yang memutuskan untuk mualaf, dengan cara yang benar.
subhanallah wallahua'lam.
dengan kondisi seperti ini, untuk aku secara pribadi, aku agak sedikit lumayan tersinggung apabila ada pihak-pihak yang seakan menggoyahkan keputusanku ini. misalnya ada yang menyuruh untuk aku lepas jilbab, atau sebagainya. karena ini hal yang aku alami. entah, rasanya kecewa sekali ada yang bilang seperti itu. seakan-akan hasil jerih pemikiranku ini tidak didukung.
but anyway, we have to be thanful no matter what happened. keep in faith, karena Allah tidak pernah tidur, dan Dia selalu mendengarkan doa hamba-Nya yang selalu berusaha untuk istiqomah.
one little thing yang aku sangat syukuri, di saat-saat pertama aku memutuskan untuk mengenakan jilbab ini, ada orang yang memberikan aku bingkisan kecil, sederhana, tapi sangat berarti.
dan isi dari bingkisan itu adalah, ini.
ini sebuah kertas yang sangat sederhana, tapi isinya benar-benar berarti. bersamaan dengan kertas ini, aku juga diberi jilbab berwarna soft-pink sebagai apresiasi atas keputusanku ini. rasanya luar biasa. seakan-akan ada dukungan dengan extra power yang benar-benar menguatkanku. big thanks to them all :)
okay that's all I think, semoga, semoga dan semoga, wherever I will go, hidayah Allah selalu menyertai. aamiin aamiin yarabbal alamin.
:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar