Sabtu, 14 Januari 2012

life is about choice

Aku terkadang, atau mungkin sering, memikirkan hal ini. Kenapa aku selalu dan harus berada di dua pihak yang memberikan tuntutan-tuntutan untukku. Di satu pihak, tuntutan dari orang-orang yang memang berhak menuntutku untuk melakukan sesuatu sesuai perintah mereka karena mereka punya kuasa penuh. Di pihak lain, ada pula yang menuntutku untuk melakukan sesuatu yang cenderung bentrok dengan pihak pertama, padahal pihak ini sama sekali tidak punya hak sama sekali. Jika punya mungkin perbandingannya hanya 10:90. Tetapi entah bagaimana aku harus memenuhi tuntutan-tuntutannya karena suatu hal yang tidak bisa aku abaikan. Jadi, dengan terpaksa aku harus selalu menggunakan otakku untuk menyatukan suara dari dua pihak yang berlawanan ini.

Hal ini sudah aku lakukan sejak lama dan masih terus berlanjut sampai sekarang. Ibarat jika kita sedang menderita sakit yang cukup parah, kita hanya selalu meminum obat penghilang rasa sakit saja, bukan meminum obat untuk menyembuhkan penyakit itu. Kira-kira analoginya demikian.

Dan kau tau? Rasanya sangat memuakkan.

Entah aku yang terlalu baik atau justru kurang tegas.

Tetapi inilah hidup, terkadang kita dihadapkan oleh pilihan-pilihan yang sulit, dan yang bisa kita lakukan hanya memilih. Dan pilihan kita inilah yang akan menentukan nasib kita di masa depan.

Dan aku, mau tidak mau harus memilih diantara dua pihak ini, karena situasi yang semakin sulit, dan tidak memungkinkan lagi untuk aku mencari jalan tengah. Dengan perbandingan prioritas 10 berbanding 90, sudah jelas pihak mana yang harus aku pilih. Di dalam kita menentukan pilihan, pasti ada plus dan minus. Ada yang kita dapatkan, dan ada yang kita korbankan. Dan terkadang hal yang harus kita korbankan, adalah perasaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar