Jadi, aku punya temen. Dia freak. Atau alay aku kurang paham. Aku nggak mau nyebut identitas asli atau latar belakang hidupnya gimana, aku juga nggak mau nyebut jenis kelaminnya. Demi keamanan. Tapi disini kita butuh nama panggilan, jadi kita sebut saja... Paijo.
Nah, aku udah lama kenal sama si Paijo ini, tapi aku sama sekali nggak ngerti gimana jalan pikiran dia. Pertama aku pikir dia manusia biasa, sama seperti temen temen normalku yang lain. Tapi kok, lama lama aku sadar sesuatu yang aneh dari dia. Dan menurutku keanehan yang dia punya itu, karena dia freak. Dan ke-freak-an nya itu membuat dia terlihat alay dimataku.
Selama ini istilah alay identik dengan tulisan yang dihias sedemikian rupa sehingga memunculkan nilai seni yang luar biasa sehingga bisa membuat orang yang membaca menjadi sakit mata, atau juling, atau katarak, bahkan mati (?). Dan yang paling kasihan, semua perjuangan orang alay menghias kata-kata dengan indah itu ujung-ujungnya nggak bisa dibaca. Contohnya,
HaeY! maaciiiih Udd di KonFirMm......... cHalamp kNaL yacH! KaMuwH ciApaa? Anagh Manah? MaCih cKuL ataw udd KuL? BoLe dunkzz KeNal KamUwhh lebyy jaUh................. NumBb Hape KaMuwwh beApzzz? Lagyy uPuu niChhh????????
Kalo boleh jujur aku pengen muntah baca tulisanku sendiri. Jadi kira kira begitu istilah alay yang udah beredar di masyarakat. Tapi orang ini, tulisannya normal seperti layaknya manusia normal pada umumnya. Tapi kenapa aku bisa nyebut dia alay? Hmm mungkin karena sikapnya. Salah satu sikap alaynya yang paling aku benci adalah frontal.
Aku paling benci sama orang frontal. Kalau frontalnya positif sih nggak masalah, nah kalo negatif? Pembunuhan banget. Jadi dulu si paijo ini suka sama orang, kita sebut saja Painem. Aku nggak mau nyebut siapa. Terus dia mengekspresikan rasa sukanya dengan membuat puisi tentang si Painem sebagai objek utama puisi itu. Lalu, paijo mengupload puisi itu ke notes jejaring sosial paling populer yaitu facebook, dan nama si Painem ada di dalam daftar pertama yang dia tag, setelah itu baru dia tag ke temen temennya dalam jumlah banyak. Apa jadinya? Si Painem hampir kena serangan jantung.
Begitu si Painem buka facebook dan melihat pemandangan menyeramkan itu, dia tanpa ba bi bu langsung me-remove tag namanya dari notes terkutuk itu. Dan ternyata di notes itu udah ada banyak comment yang bilang macem macem yang intinya memberi semangat buat si Paijo agar dia secepatnya menembak Painem. Hah yang bener aja! Padahal waktu itu si Painem lagi dideketin sama orang yang dia sukain, jelas aja si Painem marah, bikin hancur muka orang aja.
Beberapa jangka waktu setelah itu, Painem jadian sama orang yang dia sukain itu, sebut saja Paimin. Dan akhirnya Paijo patah hati. Hahahahahaha penderitaan Painem berakhir. Itu yang semula ada di pikiran Painem. Ternyata salah. Paijo masih belum meyerah. Dia ternyata selalu mengawasi jejaring sosial si Painem, dan kadang dia memberi beberapa comment yang kalo dibaca orang, orang itu langsung tau kalo si Paijo suka sama Painem. Mengerikan sekali bukan?
Yaah itulah sedikit kisah suram seseorang yang bernama Painem gara gara diteror orang freak seoerti Paijo. Tapi sekarang Painem udah males ngurusin si freak satu ini. Biarlah dia mau ngapain asal nggak ngganggu kehidupan orang lain lagi.
Semoga saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar